Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam bersabda:

إنَّ لكلِّ أمَّةٍ فتنةً وفتنَةُ أمَّتي المالُ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi).
Syaikh al-Albani menshahihkan hadis ini.

Harta adalah fitnah. Siapa yang menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah dan dalam mencari keridhaan-Nya, maka harta adalah kenikmatan yang menolongnya untuk sampai ke Surga. Siapa yang menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Alloh dan dalam apa yang tidak diridhai-Nya, maka harta adalah hukuman yang menggiringnya ke Neraka.

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah.” Yaitu setiap umat harus memiliki ujian dan cobaan dengan sesuatu yang memfitnah dan membedakan di antara barisannya. Yang dimaksud fitnah di sini adalah sesuatu yang manusia sesat dengannya dan menyimpang dari jalan kebenaran. Kadang harta adalah fitnah, apabila harta tersebut menjauhkan pemiliknya dari ketaatan kepada Allah.

Kadang jabatan adalah fitnah, apabila membantu untuk berbuat zhalim, menyakiti, dan menghilangkan hak-hak orang.

Kadang wanita adalah fitnah, apabila menjatuhkan seseorang dalam kesenangan syahwat dan dosa.

“Dan fitnah umatku adalah harta.” Yaitu kesesatan umatku ada pada harta. Yang demikian dengan ambisius dalam mengumpulkannya, tidak peduli apakah dari halal atau haram, menggunakannya dalam kemaksiatan dan kekejian, dan tidak mengeluarkan hak Alloh pada harta tersebut.

Yang demikian, sebagaimana fitnah Bani Israil dahulu pada wanita. Mereka disesatkan wanita dan wanita menjerumuskan mereka dalam kekejian dan kehinaan. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa fitnah umatnya, ujian umatnya, cobaan umatnya, dan kesesatan umatnya pada harta. Bukan pada wanita atau jabatan dan kekuasaan, sebagaimana umat sebelumnya.

Fitnah harta adalah salah satu fitnah yang disebutkan Nabi ﷺ akan bahayanya dan Nabi ﷺ memperingatkan umatnya darinya. Di antara fitnah-fitnah tersebut, apa yang ada dalam Shahih al-Bukhari bahwa Nabi ﷺ bersabda:

ما تَركتُ بَعدِي فِتنةً أضرَّ على الرِّجالِ مِن النِّساءِ
“Saya tidak meninggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih memudharatkan kaum lelaki daripada wanita.”

Kemungkinan dikhususkannya fitnah harta karena fitnah harta adalah fitnah umat ini, bukan fitnah-fitnah lainnya. Sebagaimana dalam ash-Shahihain bahwa Nabi ﷺ bersabda:

واللهِ ما أخافُ عليكم أنْ تُشرِكوا بَعْدي، ولكنْ أخافُ عليكم أن تَنافَسوا فيها فتَهلِكوا كما هلَك مَن كان قَبْلَكم
“Demi Alloh, saya tidak takut terhadap kalian untuk kalian menyekutukan Alloh sepeninggalku. Akan tetapi saya takut terhadap kalian untuk kalian saling berlomba pada dunia, sehingga kalian binasa sebagaimana umat sebelum kalian binasa.”
Nabi ﷺ menyampaikan bahwa saling berlomba mendapetkan harta dan dunia adalah sebab kebinasaan.

Dalam hadis ini ada peringatan dari fitnah harta yang menyibukkan dari taat kepada Alloh dan melalaikan dari yang ma’ruf dan tidak menggunakan harta pada apa yang Alloh inginkan.

Sumber: www.dorar.net

✍🏻 Rohmatulloh Ngimaduddin, Lc
..
════ ❁✿ 📓📓✿❁ ════

  • Pengajar PPI Muharrikun Najaah Klaten
  • Alumni Universitas Islam Madinah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *