Soal: Disebutkan kata fitnah dalam al-Qur’an berulang-ulang. Apakah maknanya berbeda-beda?

Jawab:

Segala puji bagi Allah..

Devinisi fitnah:

Pertama: Fitnah menurut bahasa:
al-Azhari berkata, “Inti makna fitnah dalam perkataan bangsa Arab adalah bala’ dan ujian. Asalnya dari perkataan: فتنتُ الفضة والذهب yaitu saya melebur perak dan emas untuk memisahkan antara yang buruk dari yang bagus.

Juga dari firman Allah:
يوم هم على النار يفتنون
“Di hari mereka diadzab di dalam Neraka.” Yaitu dibakar di Neraka.

Ibnu Faris berkata, “Fa’, ta’, dan nun فتن adalah asal yang benar yang menunjukkan kepada bala’ dan ujian. ( مقاييس اللغة).
Ini asal makna fitnah menurut bahasa.

Ibnu Atsir berkata: Fitnah adalah ujian dan cobaan… banyak digunakan pada apa yang bermakna ujian dari perkara yang dibenci. Lalu banyak digunakan pada makna dosa, kufur, peperangan, pembakaran, menghilangkan, dan memalingkan dari sesuatu.” ( النهاية ). Ibnu Hajar juga berkata demikian dalam Fath al-Bari.

Ibnu al-A’rabi menyebutkan makna-makna fitnah dengan berkata, “Fitnah adalah ujian, cobaan, fitnah harta, fitnah anak, kufur, berselisih pendapet, dan membakar dengan api.” (لسان العرب لابن منظور ).

Makna-Makna Fitnah dalam al-Qur’an dan as-Sunnah
1- Ujian dan cobaan. Sebagaimana firman Allah:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji?” Yaitu mereka tidak diberi bala’, sebagaimana yang disebutkan Ibnu Jarir.

2- Menghalangi dari jalan Alloh dan membantah. Sebagaimana firman Allah:
وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْك
“Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, agar mereka tidak menghalangimu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.”
Qurthubi berkata, “Maknanya, mereka menghalangimu dan membantahmu.”

3- Adzab. Sebagaimana firman Allah:
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan sesungguhnya Rabbmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar. Sesungguhnya Rabbmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Menderita cobaan adalah diadzab.

4- Syirik dan Kufur. Sebagaimana firman Allah:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ
“Dan perangilah mereka, agar jangan ada fitnah.” Ibnu Katsir berkata, “Yaitu syirik.”

5- Terjatuh dalam kemaksiatan dan kemunafikan. Sebagaimana firman Allah pada orang-orang munafik:
وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِي
“Akan tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong.”
Baghawi berkata, “Kalian menjatuhkan diri kalian kepada kemunafikan dan kalian menghancurkan diri kalian dengan berbuat kemaksiatan dan syahwat.”

6- Kesamaran antara kebenaran dan kebatilan. Sebagaimana firman Allah:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Bila kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, maka akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
Maknanya bila seorang mukmin tidak menolong mukmin lainnya, bukan (menolong) seorang kafir, walaupun ada hubungan keluarga dengannya, “maka akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Yaitu syubhat / kesamaran antara kebenaran dan kebatilan. Sebagaimana dalam tafsir Thabari.

7- Menyesatkan. Sebagaimana firman Allah:
وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتْنَتَهُۥ
“Barangsiapa yang Alloh menghendaki kesesatannya.” Makna fitnah di sini adalah menyesatkan. ( البحر المحيط ).

8- Pembunuhan dan penawanan. Allah berfirman:
إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا
“Bila kamu takut diserang orang-orang kafir.”
Maknanya: Orang-orang kafir menyerang kaum mukminin tatkala mereka shalat dalam keadaan sujud, sehingga orang-orang kafir tersebut membunuh mereka dan menawan mereka. Sebagaimana dalam tafsir Thabari.

9- Perselisihan manusia dan tidak ada persatuan di antara mereka. Sebagaimana firman Allah:
وَلَأَوْضَعُوا۟ خِلَٰلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ ٱلْفِتْنَةَ
“Dan sungguh mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu.” Yaitu untuk membikin perselisihan di antara kalian. Sebagaimana dalam tafsir al-Kasysyaf.

10- Gila. Sebagaimana dalam firman Alloh:
بِأَييِّكُمُ ٱلْمَفْتُونُ
“Siapa di antara kamu yang gila.” Maftun maknanya orang yang gila.

11- Dibakar dengan api, berdasarkan firman Alloh:
إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ
“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan.”
Qurthubi berkata, “Mereka membakar kaum mukminin dengan api.”

Ibnu al-Qayim berkata, “Adapun fitnah yang Alloh menyandarkannya kepada diri-Nya atau Rasul-Nya menyandarkannya kepada-Nya, sebagaimana firman Alloh:
وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ
“Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin).”
Juga perkataan Musa:
إِنْ هِىَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَتَهْدِى مَن تَشَآءُ
“Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki.”
Fitnah di sini memiliki makna lain, yaitu bermakna ujian, cobaan, dan bala’ dari Alloh untuk para hamba-Nya dengan kebaikan dan keburukan, dengan kenikmatan dan musibah-musibah. Fitnah ini satu macam, fitnah kaum musyrikin macam yang lain, fitnah kaum muslimin pada hartanya, anaknya, dan tetangganya macam yang lain, fitnah yang terjadi di antara kaum muslimin, seperti fitnah antara pasukan Ali, pasukan Muawiyah, dan pasukan Jamal, serta antara kaum muslimin sehingga mereka saling berperang dan saling menghajr adalah macam yang lain.” ( زاد المعاد ).

Sumber: www.islamqa.info

✍🏻 Rohmatulloh Ngimaduddin, Lc

Alumni Universitas Islam Madinah

Pengajar PPI Muharrikun Najaah
..
════ ❁✿ 📓📓✿❁ ═══

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *